
Saya ga pernah mengerti apa motivasi orang membaca blog kita terus ngeledekin kita di dunia nyata. Apa untungnya ya. Padahal, blog adalah salah satu pelarian sebagian besar pemain di dunia nyata untuk mempresentasikan hal-hal yang dia rasakan melalui tulisan-tulisan. Semacam ekspresi diri yang sebenarnya merupakan hak pribadi setiap orang.
Orang lain yang diberkati dengan bakatnya masing-masing mungkin akan menyalurkan ekspresi dirinya melalui cara-cara lain, misalnya dengan menciptakan lagu, membuat puisi, nemuin resep makanan baru atau melukis. Kalo saya menyalurkannya melalui blog saya sendiri, saya rasa sah-sah aja. Menurut saya sih, masih sedikit lebih eleganlah dibandingin orang-orang yang curhat membabi buta melalui facebook atau twitter.
Karena, di sosial media itu, walaupun orang-orang yang ada disana semuanya merupakan teman kita di dunia nyata, tidak semuanya siap menerima cerita yang kita umumkan disana. Kebayang dong, seseorang lagi pusing, terus kangen pengen menghubungi sahabat lamanya via jejaring sosial, eh ketemu keluh kesah kita di timeline, tanpa sengaja kita membuat hidupnya dia menjadi semakin rumit.
Bedanya dengan curhat di blog, signifikan sekali tentunya. Karena hanya orang-orang yang NIAT saja yang bakalan baca. They need to click the link on your account, manually googling you, or save your blog URL to access your story. Jadi tidak sembarangan orang bisa nyasar di suatu blog, kecuali dia memang orang yang secara acak tedampar melalui blogwalking.
Blog saya ini bisa saya ibaratkan sebuah rumah, rumah saya sendiri dimana saya menjamu tamu saya dengan cerita ala saya. Saya hanya berkeyakinan, ada pleasure seeker dibalik orang-orang yang mengunjungi blog ini dengan sengaja lebih dari satu kali. Saya rasa itu hal normal, senormal semua perasaan yang sempat saya tuangkan di blog ini. This is me, just enjoy my story. If u you dont, it was absolutely not my concern.