Sabtu, 14 Januari 2012

Hujan, Strawberry Pancake dan Secangkir Teh Hangat


Hari ini hujan mengguyur separuh pagi di Jakarta dan sekitarnya. Hujan di hari sabtu bisa dibilang satu situasi yang romantis. Aroma rumput yang basah dan sinar hari yang masih malu-malu adalah dua alasan yang pas untuk kembali menyelimuti diri dengan mimpi. Lanjut tidur.

Namun tidak untuk saya. Di hari sabtu yang romantis ini saya bangun pagi untuk bekerja. Setelah beres menyiapkan sarapan untuk keluarga, dengan masih memakai piyama semalam, saya menekuni layar laptop dan menyelesaikan beberapa pekerjaan sampai siang.

Kebetulan orang-orang serumah pada ke undangan, sepulang si Mbak saya sendirian lagi. Lelah menatap layar laptop ingin rasanya menjemput kesenangan di luar dengan berjalan-jalan. Hmm.. Karena listrik di rumah sedang bermasalah, riskan rasanya meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Intinya saya terperangkap dalam rumah seharian ini.

Sambil menikmati sisa hujan dan menyeruput teh hangat, kurasakan kedamaian sejenak diringi musik sentimentil yang mengalun dari speaker laptop.

Sendiri.


Menunggu.


Hujan.


Kembali.


Dan tetesan-tetesan embun pagi yang lenyap tersapu.


Perasaan kosong dan rindu menelusupi hatiku seketika saja. Rindu akan kehadiran seseorang yang bertamu untuk sekedar bercerita tentang kehidupan sehari-hari, ditemani beberapa lembar pancake hangat dan segelas teh hangat. Sungguh ku merindukan hari-hari dimana ku dapat tertawa lepas tanpa beban bersamanya.

Ah, hujan, kau sungguh melankolis.


Walaupun sabtu ni kau kurung aku sendiri, tak mengapa. Disini aku bisa mengobrol bersama pancake strawberry dan segelas teh hangat. Seolah tiga orang sahabat yang sudah akrab cukup lama, kami menutup sore ini dengan optimisme tentang hari esok. Bahwa sebenarnya kebahagiaan itu sederhana saja, kawan...