Jumat, 02 Maret 2012

Yo Wis Lah..

Seseorang pernah memberitahuku, kalo hidup kita itu ibarat sebuah pertandingan dan kita adalah pemain di dalamnya. Seperti pertandingan bola, ada dua tim yang bertanding, yaitu kita dan nasib kita. Penontonnya adalah orang-orang di sekeliling kita. Bila kita menang, yang merasa senang (selain kita), ya pendukung-pendukung kita. Sementara pendukung tim lawan belum tentu merasakan hal yang sama.

Dalam setiap pertandingan, pasti ada kemenangan dan kekalahan, ada yang senang ada pula yang tidak senang. Intinya adalah, dalam hidup, memang sudah resiko bahwa tidak mungkin semua orang akan merasa senang/setuju atas diri kita, tingkah laku kita, keputusan kita, dan cara pandang kita walaupun kita pikir kita sudah berada di jalan yang paling benar.

Tapi hal ini tidak mengapa, karena tujuan hidup kita bukanlah untuk membuat semua orang senang, kita bukan entertainer. Kita hanyalah sesosok makhluk Tuhan yang diberi misi untuk menjaga kehormatan diri sendiri. Pernah dengar istilah kalah terhormat? Kita kalah pun tidak mengapa, asalkan terhormat. Jauh lebih baik dibandingkan dengan memenangkan sesuatu dengan penuh kecurangan. Menurut saya lho yaaa..

Hmm.. serius banget ya pembukaannya. Mari kita lanjutkan dengan sesuatu yang lebih ringan. Pernah gak sih ketemu orang yang kayanya ga suka sama diri kita, tanpa kita ngerti apa alasannya. Bagi dia, apa yang kita lakukan selaluuuu aja salah. Ada juga orang yang tidak menyukai sifat kita. Dia baik sama kita, memperlakukan kita dengan sewajarnya, namun dia tidak menyukai sifat buruk kita. Itulah mengapa dalam kehidupan sehari-hari gak asing dengan yang namanya dikritik sama orang tua sendiri, saudara sendiri, sahabat sendiri atau oleh guru kita sendiri. Semuanya tujuannya gak lain buat kebaikan diri kita sendiri. Mereka ingin kita menjadi diri kita yang lebih baik.

Nah, bedanya apa sih antara orang yang gak suka sama kita sama orang gak suka sama sifat kita? Jauh banget. Kalo orang tidak menyukai sifatmu saja, dia akan berusaha memberitahumu apa yang salah dari dirimu dan apa yang harus kamu perbaiki. Tapi, kalo dia gak suka sama diri kamu, boro-boro dia bakalan ngasih tau kesalahanmu, dia bahkan tidak memberimu kesempatan untuk mencoba, belajar, memperbaiki, apalagi merubah dirimu ke arah yang lebih baik.

Hal ini karenaaa... Jeng jeng....simple kok : Dia menyukai keadaan dimana kamu "stay ugly" di mata dia, dan diam-diam menikmati keterpurukanmu dan ketidaksadaranmu atas hal itu.

Hal penting satu lagi adalah, apakah kita harus mengkhwatirkannya? Tentunya tidak saudara-saudara, karna yakinlah saudara akan rugi. Kalo saya sih, daripa da memusingkan oknum-oknum yang gak suka kita tanpa alasan itu, saya akan lebih memilih untuk menjadi diri saya sendiri. Diri saya yang apa adanya yang entah mengapa membuat mereka tidak tenang.

Jadilah diri sendiri yang bahagia dan kelilingi diri kita dengan orang-orang yang tulus dan menginginkan hal-hal yang baik untukmu. Kalo ada yang ternyata teteup aja gak suka, yo wis lah.. Toh, itu urusan mereka, bukan urusanmu. Ngapain juga dipikirin ya gak sih...

Aduh, kok tiba-tiba laper ya... Makan siang dulu yuk...

See u next time, dengan nasihat yang lebih absurd lagi. Makasih ya, buat yang udah mampir :)