Minggu, 23 Oktober 2011

Korean Drama Fever. Am I?


"Sejak kapan kamu demam drama korea seperti ini, Na? "

Tanya separuh dari diriku kepada separuh diriku yang lain. Well, I dont even remember when was it started, tapi sekarang saya sedang menggandrungi serial drama korea, menyukai soundtrack-soundtracknya, memperhatikan fashion dan tren berdandannya (the chic and simple one), dan tentu saja mengidolakan aktor dan aktrisnya.

Faktor teknis seperti jalan cerita yang menarik, kehidupan sehari-harinya yang nampak asik, penampilan aktor dan aktrisnya yang rupawan dan cantik, semuanya sebenarnya hanya penjelasan yang lebih fasih dijelaskan oleh penggemar drama korea sejati. Tapi saya? Sepertinya akan membahas sejauh mana hubungan saya dengan drama korea (k-drama) sampai saat ini.

Pelarian.

Gimana bukan pelarian?

Teman saya yang penggemar dorama (drama Jepang) sempat mencemooh saya dengan mengatakan bahwa drama korea itu tidak jauh beda sama sinetron Indonesia : terlalu ringan, banyakan ga masuk akalnya. Well, saya akui pendapatnya ada benarnya. Tapi apa bedanya saya sama dia? sama-sama penggemar dram asia toh. tapi bukan berbobot atau tidak yang jadi masalah. Menurut saya simple aja sih. Hidup di dunia nyata sudah cukup berat dan serius, apa harus kita menghibur diri kita dengan tontonan yang tidak kalah berat dan serius?

Pelarian.

Yup, I even called it twice : pelarian dari kehidupan sehari-hari yang sudah cukup rumit. Gimana tidak happy melihatnya, ada kehidupan dimana seorang laki-laki tampan dan kaya tidak kurang satu apapun, jatuh cinta pada gadis sederhana dan tidak terlalu cantik (Exactly what we are, most of us). The love story, yeah.. the life road was never been smooth, but in the end, there's always be an happy ending. Tenang saja, tidak ada kekerasan yang berlebihan, tuker-tukeran anak, perebutan harta warisan yang diluar akal sehat, pemeran ibu yang seumuran sama pemeran anak, atau aktris yang bangun tidur dengan lipstik, blush on dan maskaranya udah medok duluan. (Well, kalo itu mah produk endonesa!) K-drama is stress free. Yang nonton, yang main, maupun yang bikin cerita gak ada yang stress sebelum, selama dan setelah pembuatannya. That was so nice, right?

Back then, k-drama is also as time-killer too. Bayangkan, kamu tidak punya kegiatan di akhir pekan, lagi jomblo misalnya, atau punya pacar tapi sibuk, atau keadaan-keadaan idle sejenisnya, k-drama yang berkisar 15-20 episode merupakan pembunuh waktu yang ideal. Maraton k-drama seperti ini biasanya saya lakoni mulai jumat malam, sampai selesai biasanya kisaran minggu siang sampai senin subuh. You Guys, trust me, it works to kill your time, when you hate weekends or saturday night. Tau-tau udah senin aja gitu.. Asik kan?

Begitulah, dalam beberapa bulan belakangan, hidup ditemani k-drama, cukup memberi saya warna dan inspirasi akan banyak hal. Namun, saya harus berlaku keras kepada diri sendiri untuk mendisiplinkan jadwal makan dan tidur, karena kalo tidak dari diri sendiri atau ada yang ngingetin, jadwal hidup normal kita bisa terganggu. Ketika drama sudah mencapai klimaks, kadang kita tidak ingin melewatkan episode yang sedang berjalan (padahal kalo nonton dvd bisa di skip dulu, kan). Tapi tetep kekeuh aja lanjut nonton karna penasaran. Alhasil, lupa makan dan lupa tidur, tau-tau udah subuh aja. Iya sih, dramanya happy ending, tapi tidak dengan tubuh kita. Yang ada demam (I guess that's why people call it korean drama fever, penikmatnya memang terancam demam kalo gak bisa jaga diri). Beneran bisa demam, I mean it, literally. Hehehe...

Pelarian, time-killer, inspiratif, tiga aspek positif yang saya sebutkan, ditambah demam sebagai bonus, apa itu cukup? Guys, ada kemampuan lain yang bisa kita dapat, when you have watched many dramas, you will automaically been able to call what happen to the next scenes. Lama-lama udah ketebak maksudnya, bukan karna kamu punya bakat peramal. Lama-lama ada yang namanya kebosanan atau kejenuhan. Saran saya sih memang, kesukaan akan sesuatu, apapun itu, tidak harus berlebihan. Karna kalo diikutin, ya jadi bosan. Sama kaya orang pacaran. Hehehe.. Ups!

Lagipula, there's a real life out there where we have to live in. There's reality back then where we have to survive. There's real people in front of us who need to be served, who need our smiles. There's a real damn world! Wake up!

K-drama, sebagai hiburan, bolehlah. Untuk mempelajari budaya atau bahasa korea, okelah. Nyari inspirasi buat dandan, oke juga. Tapi untuk teman hidup? I think you have to see someone expert to help you out.

Well guys, this post is coming from myself to remind myself. If you think this post is about you, i guess that's too much. I just not that into intervering other people's lives and likes.

K-drama. daebak!!