Senin, 28 Februari 2011

Zona Nyaman

Zona nyaman saya selama dua tahun ini selama menjadi anak kos di lokasi yang strategis :
- Waktu istirahat lebih panjang, karena jarak antara kantor dan kosan sangat dekat,
- Tidak pernah merasa lapar, karena di sekitar kosan dijual beragam makanan enak dan bervariasi,
- Tidak pernah menghadapi kemacetan lalu lintas,
- Tidak pernah malas untuk berjalan-jalan, karena tempat tinggal yang dekat dari mana-mana,
- Tidak pernah merasa kesepian karena lingkungan tempat tinggal yang cenderung ramai.

Dan banyak kenyamanan lainnya yang didapat dengan kompensasi biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan bertempat tinggal di tempat yang agak berjarak dengan daerah kantor. Namun, tidak selamanya saya harus berputar di tempat yang sama. Sepertinya sudah waktunya saya meninggalkan zona nyaman ini.

Melipir ke daerah yang agak berjarak tadi, pada awalnya merupakan keputusan yang agak berat. Namun akhirnya saya putuskan juga. Kemandirian pun teruji. Saya tidak bisa semau-maunya saya lagi bangun tidur, karena jika saya kesiangan berarti harus ketinggalan jadwal kereta yang seharusnya saya naiki dan dijamin nyampe kantor dalam keadaan terlambat. Saya tidak bisa lagi semau-maunya jajan sembarangan karena saya berkomitmen awal untuk memasak setiap hari. Intinya sih, bagaimana untuk lebih bertanggung jawab kepada diri sendiri.

Walaupun saya mengetik blog ini sambil nungguin cucian, walaupun suasana malam hari disini tidak seramai tempat kosan yang lama, saya merasa menemukan kenyamanan yang baru, semacam ketenangan batin. Karena disini saya tertantang untuk menjadi diri yang lebih baik, yang tidak manja dan tidak ketergantungan kepada fasilitas, layaknya yang diterima oleh seorang anak kos.

Memang ini sudah saatnya saja. Agak capek sih, berdiri di kereta dua kali dua puluh menit setiap hari kerja. Agak capek sih, menyiapkan sarapan sendiri dengan menu empat sehat lima sempurna, yang artinya harus bangun lebih pagi dari biasanya. Tapi memang sudah saatnya harus begini. Kapan lagi saya memulainya jika tidak sekarang. Dan saya tidak merasa ini masalah, untuk dilakukan setiap hari.

Menjadi anak kos memang menyenangkan. Bisa main kesana kemari dan bersenang-senang dengan teman sebaya. Menjadi anak rumahan juga tidak kalah menyenangkan, karena selain belajar mandiri, saya bisa lebih baik dalam mengatur keuangan pribadi saya.

Ini adalah salah satu fase dalam hidup saya. Keadaan pasti berubah. Kita tidak akan selamanya menjadi kepompong, yang hidupnya senantiasa terbalut kenyamanan. Kepompong butuh perubahan yang pada akhirnya mengantarkannya untuk berubah menjadi kupu-kupu. Being Wild and free, with bigger responsibilities.