Minggu, 23 Januari 2011

Look at Yourself Before Blaming Others

Selama perjalanan 7 jam 59 menit menuju Jakarta dari Jayapura pekan lalu, saya (tumben) mengalami kesulitan tidur. Akhirnya saya memutuskan untuk menonton drama jepang berjudul "Police Dog Dream". Inti ceritanya ada seorang anak bernama Kyoko yang bermimpi untuk menjadi polisi anjing pelacak seperti yang dilakukan ayahnya.

Berbekal mimpi tersebut, Kyoko mengikuti pelatihan di camp dengan guru yang super galak dan didikannya keras. Di camp tersebut Kyoko bertemu seekor anjing Labrador yang kemudian di namakannya Kinako. Kinako memiliki kemiripan dengan Elf, anjing milik ayah Kyoko dulu. Bedanya, Elf adalah anjing pelacak yang tangguh dan selalu berhasil mencari anak hilang, sedangkan Kinako adalah anjing yang lemah sejak lahir.

Kyoko lalu mengajak Kinako mengobrol, mengenai kemiripannya dengan Elf dan berharap Kinako bisa jadi seperti Elf. Lalu besoknya, Kinako bangun segar bugar dan mau makan. Hari itu, guru Kyoko yang galak mengijinkan Kyoko melatih Kinako untuk menjadi anjing pelacak. Sejak saat itulah persahabatan antara Kinako dan Kyoko dimulai.

Sekolah pelatih anjing tempat Kyoko berlatih sampai saat itu belum memiliki alumni karena setiap orang balajar disana kebanyakan tidak tahan dengan didikan sang guru. Satu-satunya yang lulus malah memilih untuk melanjutkan usaha mie ramen milik keluarganya. Lalu, bagian serunya terjadi ketika Kyoko (mau gak mau) harus mewakili sekolah pelatih anjingnya untuk ambil bagian di sebuah ekshibisi sekolah anjing.

Kejadian memalukan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup oleh Kyoko adalah ketika ia gagal membuat Kinako meloncati pagar penghalang, dimana anjing-anjing lainnya berhasil melewatinya dengan sukses. Kejadian ini diangkat sebagai lelucon oleh salah satu stasiun televisi yang kemudian menjadikan cerita perjalanan Kinako menjadi anjing polisi yang sebenarnya, sebagai realiti show yang diminati di Jepang.

Kyoko sedih mengatahui ia dan Kinako gagal, lalu ia bilang ke Kinako "Kok kamu gagal, Kinako". guru galak mendengarnya lalu menjadi berang. Ia ditantang untuk membuat anjing lain yang terlatih untuk melompati palang sebagaimana Kinako gagal melakukannya. Ternyata anjing terlatih itu pun gagal. Kyoko saat itu benar-benar tersadar.

Ternyata yang bodoh bukan anjingnya, yang tidak becus itu pelatihnya.


Saya pun tersadar oleh kisah Kyoko ini. Terkadang dalam hidup, kita jadi Kyoko. Menyalahkan Kinako, menyalahkan keadaan. Jarang sekali kegagalan membuat kita melihat kesalahan apa yang datang dari diri kita. Blaming Others, bukannya introspeksi diri.

Bahkan, terkadang kemalangan dan kesialan itu terus berdatangan ketika kita menyalahkan situasi. Ah, kasihan Kinako. Lebih kasihan lagi Kyoko.

Sebelum saya sempat menyaksikan akhir drama ini, tanpa terasa saya sudah hampir tiba di Jakarta. Meskipun saya masih penasaran dengan endingnya, saya mendapatkan pelajaran berharga dari hanya sepenggal kisahnya. Look at Yourself Before Blaming Others. Ah, kata-kata yang cantik. Lumayan buat jadi pengganti oleh-oleh dari Kota Jaya.