Sabtu, 01 Januari 2011

MMXI

Gegap gempita semalam, terompet, kembang api, selebrasi, dan resolusi, merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari ritual pergantian tahun. Bagiku, tak ada yang istimewa dari perpindahan 31 Desember 2010 ke 01 Januari 2011, kecuali sekedar ganti kalender. Di kantor, ini pertanda esok kita memasuki tahun anggaran baru.

Dulu, waktu masih sekolah dan kuliah saya masih merayakan pergantian tahun dengan ikut berkumpul bersama teman/keluarga (membakar apapun yang bisa dibakar). Namun semenjak berpisah tinggal dengan orang tua, kebiasaan itu sedikit saya tinggalkan dan perlahan saya tidak menganggap bahwa menunggu dentang transisi 23.59 ke 00.00 merupakan keharusan. Tetapi buat orang lain yang merayakan, saya rasa tidak masalah.

Yang saya rasa lebih penting adalah resolusi. Mau apa kita tahun depan, mau jadi apa kita, apa yang kita ingin raih, dan bagaimana meraihnya. Basi ya. Tapi itulah yang penting saat ini, dibandingkan sekedar perayaan, menurut saya loh...

Tidak tidur semalaman, berpesta ria, bangun kesiangan mungkin itu ritual. Teman-teman saya rata-rata melakukannya. Saya tidak keberatan dibilang kurang gaul tapi hal-hal semacam itu memang bukan saya. Saya lebih mencintai kelelapan dan kedalaman tidur, mengistirahatkan tubuh dan pikiran, karena keduanya terlalu lelah bekerja keras setahun kemarin.

dan tentunya bermuhasabah akan lebih baik..

Bukan lebaran tapi ada beberapa teman yang mengucapkan maaf lahir batin. Bukan ulang tahun tapi semua mensyukuri umur baru. Apapun itu, Selamat Tahun Baru Masehi kawan-kawan yang merayakan. Semoga pergantian tahun ini menjadi momentum buat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain, Amin!