Rabu, 23 Maret 2011

Niat Baik vs Badan Berisi

Singkat saja. Ternyata gak selamanya niat baik itu menimbulkan dampak yang positif. Tadi pagi saya seperti biasa naik kereta ke kantor ikut gerbong khusus perempuan. Saperti biasa, ibu-ibu yang bawa anak dan ibu-ibu hamil mendapatkan perlakuan khusus disini, yakni diprioritaskan untuk duduk.

Kali ini saya seperti biasa kebagian berdiri. Sebelah kanan dan kiri saya sama saya kaya, segar bugar, gak hamil dan gak bawa anak. Entah apa yang ada di pikiran mbak-mbak yang duduk di depan saya, dia menawarkan tempat duduknya ke mbak yang berdiri di sebelah kiri saya.

MD : Mbak yang sedang duduk
MB : Mbak yang sedang berdiri

MD : "Duduk sini, mbak" sambil berangsur berdiri
MB : " gapapa mbak, saya sebentar lagi turun kok, di Kebayoran"
MD : "sama, saya juga"
MB : :gak usah, makasi"
MD : "gapapa, kok, sini..." kekeuh menawarkan tempat duduknya
MB : "enggak mbak"
MD : "oh, lagi enggak ya?" sambil nunjuk perut
MB : menggeleng sambil tersenyum pahit entah apa yang sedang berkecambuk di pikirannya.

MD : ngajak ngobrol orang yang didepannya (bukan saya, tapi mbak yang berdiri di sebelah kanan saya)

MD : "gak lagi itu...?" sambil nunjuk perut
Mbak kanan saya : "engga kayaknya"
MD : muka gak keenakan.

saya : nyengir dan kepikiran buat nulis kejadian ini di blog.

Well, kadang kita bermaksud baik kepada orang lain tapi tidak selamanya hasilnya sesuai dengan ekspektasi. Mudah-mudahan si mbak yang disangka hamil itu gak merasa tersinggung sama niat baik si mbak yang nawarin dia duduk. Kalo aja saya yang di posisi dia, mungkin udah hancur hatiku. Gimana enggak, saya pernah ketemu orang yang baru kenal dan bilang "lagi hamil,ya mbak?" cuma karena saya waktu itu pake baju model baby doll (padahal lagi tren lho..). Tanpa angin, tanpa hujan, dan sedang gak lagi di kereta lagi.. Lebih menyakitkan dong, daripada kejadian barusan.

Rasa pengen garuk tanah saat itu. Tapi mau gimana lagi. Mungkin niatnya beliau mau ajak basa-basi, dan kebetulan memang saya lagi gak rutin olahraga saat itu. Positifnya? Terpaculah saya buat mulai berolahraga dan memperbaiki menu diet sejak saat itu.


Oiya, tips juga buat yang sering disangka iagi "isi" selain berusaha memakai baju yang tidak kaya orang hamil, berlatihlah pernafasan yang baik. Saya belajarnya di kelas pilates sih. Tapi boleh juga sering-sering dipraktekkin pas lagi santai. Yaitu, ketika kita duduk, tarik nafas yang dalam hingga rusuk melebar dan perut masuk, ambil nafasnya dari hidung, bukan dari mulut. Lalu buang nafas dari mulut perlahan seperti mau meniup lilin dan mengeluarkan suara mendesis, dan rusuk menyempit. Begitulah kira-kira. Diulangin sering-sering aja. Insyaallah bermanfaat bikin perut agak rata, selain tentunya latihan otot perut juga.

Terus lain kalo, kalo mau nawarin tempat duduk atau mulai basa-basi sama orang baru, juga liat-liat lah. Jangan asal mulai ngomong aja. Kalo bisa cari kalimat pembuka yang lain yang lebih sopan gitu. Tidak semua orang hepi lho dibilang hamil.. (curcol detected). Setelah kejadian ini mudah-mudahan juga mbak yang nawarin duduk tadi, gak kapok ngasih duduk ke orang hamil (yang beneran hamil tentunya).

Hehehe.. udah ah ngelanturnya. Adios ya! have a nice day dan hati-hati nawarin duduk ya..